SELAMAT DATANG DI TAMAN-PENDIDIKAN DAN TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANYA

Sabtu, 21 Juli 2012

SEPULUH BESAR HASIL ULUM MATEMATIKA SEMESTER 2 TAPEL 2011/2012

Sepuluh Besar Ulum Matematika Kelas VII

No

Nama Siswa

Kls

Nilai

1

BAGUS SUGANGSAR

VII.8

88

2

ADITIA PANCA PRATAMA

VII.8

85

3

HANDRIAN

VII.8

85

4

SHANIA REGA

VII.5

83

5

ILHAM YULIANA

VII.7

83

6

ABDURRACHMAN

VII.8

83

7

CICIELY NATASYA CHANDRA

VII.8

83

8

DATUK MUHAMMAD ANDY S

VII.8

83

9

INDRA BAYU SUKMA

VII.8

83

10

AJI PRAWITO

VII.7

80

 

Sepuluh Besar Ulum Matematika Kelas VIII

No

Nama Siswa

Kls

Nilai

1

ADE MARDIANA

VIII.1

93

2

DINDA DWI UTARI

VIII.1

93

3

DINDA RISMADILA

VIII.6

93

4

ISMAYANA SYAFITRI

VIII.6

93

5

ANINDITA 

VIII.2

90

6

FAJAR DARMAWAN

VIII.6

90

7

RAHMA AULIA

VIII.1

88

8

AINUN RAHMAH AZHAR MAHDY

VIII.2

88

9

KHANSA ALIFIA

VIII.6

88

10

MUHAMMAD ALVENO I

VIII.6

88

Blogged with the Flock Browser

Sabtu, 02 Juni 2012

SEPULUH BESAR HASIL UN 2012 SMPN 62 JAKARTA

NO

NAMA  SISWA

B. IND

B. ING

MTK

IPA

JML

1

WIDODO WIDIYANTO

9,40

9,40

10,00

8,50

37,30

2

CONNY MARGARETHA LASMARIA

9,20

9,20

9,75

8,75

36,90

3

SRI SULISTIANI

9,00

8,20

10,00

9,50

36,70

4

ERISKA MONITA DEVI

8,40

8,80

9,75

9,50

36,45

5

RETNO EKA PUSPITASARI

9,40

8,20

10,00

8,75

36,35

6

ACHMAD

9,80

9,00

9,25

8,25

36,30

7

ANNISA RAHMANIA RIZAL

9,40

8,40

9,50

8,75

36,05

8

NURUL AIDIA JULYA

9,00

8,80

9,50

8,75

36,05

9

SAKINAH

9,80

8,20

9,75

8,25

36,00

10

NIMAS CINTA ANDANI

9,00

8,20

10,00

8,75

35,95

Blogged with the Flock Browser

Jumat, 23 Desember 2011

Kriteria Kenaikan Kelas

1. Peserta didik dinyatakan naik kelas bila telah mencapai kriteria ketuntasan minimal
(≥KKM)
2. Pencapaian KKM akan dihitung dari hasil semester 1 dan 2 dirata-rata
3. Boleh ada mata pelajaran yang nilainya kurang dari KKM, maksimal tiga mata pelajaran
4. Nilai Kelakuan dan kepribadian minimal baik
5. Kehadiran : Jumlah absensi Alpa dan Izin dalam 1 tahun maksimal 15

Kamis, 22 Desember 2011

Sepuluh Besar Nilai ULUM Matematika Kls 7 & 8 Smt 1 11/12

Sepuluh Besar Nilai Ulum Kls 7

NO NAMA  KLS NILAI
1 DEWI SRI LESTARI VII.5 75
2 CICIELY NATASYA CHANDRA VII.8 75
3 DITA PARANDIA VII.4 73
4 ALI MAULANA VII.2 68
5 MUHAMMAD TRI PANJI ABDURAHMAN VII.8 68
6 ZAHRA SHAFIRA VII.1 65
7 ALFIAN  DWI SAPUTRA VII.3 65
8 WILLY HUSEIN VII.5 65
9 DONI AJI SUSANTO *) VII.7 65
10 ADE RIAN MAULANA VII.2 63

Sepuluh Besar Nilai Ulum Kls 8

NO NAMA  KLS NILAI
1 ANINDITA   VIII.2 75
2 ADE MARDIANA VIII.1 70
3 AINUN RAHMAH AZHAR MAHDY VIII.2 70
4 TILAS KARTINI VIII.1 68
5 RAHMA AULIA VIII.1 65
6 RAIHANA AMALIA NOVRIZA VIII.1 65
7 AMALIA RAHMAN ULIM VIII.2 65
8 SITI HAJAR VIII.2 65
9 MUHAMMAD IRWANSYAH VIII.3 65
10 DINDA DWI UTARI VIII.1 63

Blogged with the Flock Browser

Sepuluh Besar Nilai ULUM Matematika Kls 7 & 8 Smt 1 11/12

Sepuluh Besar Nilai Ulum Kls 7

NO NAMA  KLS NILAI
1 DEWI SRI LESTARI VII.5 75
2 CICIELY NATASYA CHANDRA VII.8 75
3 DITA PARANDIA VII.4 73
4 ALI MAULANA VII.2 68
5 MUHAMMAD TRI PANJI ABDURAHMAN VII.8 68
6 ZAHRA SHAFIRA VII.1 65
7 ALFIAN  DWI SAPUTRA VII.3 65
8 WILLY HUSEIN VII.5 65
9 DONI AJI SUSANTO *) VII.7 65
10 ADE RIAN MAULANA VII.2 63

Sepuluh Besar Nilai Ulum Kls 8

NO NAMA  KLS NILAI
1 ANINDITA   VIII.2 75
2 ADE MARDIANA VIII.1 70
3 AINUN RAHMAH AZHAR MAHDY VIII.2 70
4 TILAS KARTINI VIII.1 68
5 RAHMA AULIA VIII.1 65
6 RAIHANA AMALIA NOVRIZA VIII.1 65
7 AMALIA RAHMAN ULIM VIII.2 65
8 SITI HAJAR VIII.2 65
9 MUHAMMAD IRWANSYAH VIII.3 65
10 DINDA DWI UTARI VIII.1 63

Blogged with the Flock Browser

Jumat, 25 November 2011

PGRI Desak Evaluasi Otonomi Pendidikan

JAKARTA - Pada peringatan Hari Guru ke-66 yang jatuh pada hari ini (25/11), berbagai permasalahan dunia pendidik justru terus terungkap. Mulai sertifikasi, rencana penghentian tunjangan profesi pendidik (TPP), hingga distribusi guru yang tidak merata. Untuk itulah, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak dilakukannya evaluasi otonomi pendidikan.

Apalagi, PGRI belum bisa mengetahui dengan pasti ancaman yang bakal menimpa anggotanya. Yakni, rencana dihentikannya TPP bagi guru yang asal usulnya berasal dari honorer non APBD/APBN dan yang SK pengangkatannya tidak ditandatangani pejabat berwenang. "Saya tidak tahu berapa jumlahnya," ujar Ketua PGRI Sulistyo kemarin (24/11).

Ketidakjelasan jumlah anggota PGRI yang terancam tidak mendapat TPP itu sangat disayangkan Sulistyo. Dia khawatir itu bisa memicu kerisauan para pengajar. "Inginnya komprehensif, kalau dulu pernah dapat, jangan tiba-tiba distop," harapnya.

Seperti diberitakan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ainun Na"im mengeluarkan surat edaran bernomor 088209/A.C5/KP/2011. Di dalamnya mengatur pembatasan pemberian TPP bagi pengajar.

Sulistyo mendesak pemerintah pusat dan daerah melakukan perbaikan sistem penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dana Alokasi Khusus (DAK), tunjangan profesi guru, subsidi, dan tunjangan fungsional bagi guru non-PNS. Tujuannya, agar dapat diterima tepat waktu dan bisa dimanfaatkan secara efektif.

Kalau munculnya pembatasan itu untuk memperbaiki kinerja, dia berharap pemerintah benar-benar melakukannya dengan baik. Sesuai UU No 14/2005 tentang guru dan dosen, yakni dengan mengutamakan peningkatan kompetensi dan remunerasi. "Ingat, buruknya pendidikan dan kualitas pengajar saat ini karena buruknya pembinaan masa lalu," tuturnya.

Dia berharap agar diskriminasi dan pelecehan terhadap profesi guru bisa dihentikan. Terutama guru tidak tetap dan honorer yang selama ini posisinya terus terpojok. Proses rekuitmen yang tidak jelas membuat kesejahteraan terhadap kedua kategori guru itu makin merana.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pemerintah harus membuat kebijakan berdasarkan dengan kehidupan nyata para guru, bukan dengan angan-angan. "Terutama angan-angan guru besar dari universitas yang kadang tidak tahu betul kondisi riil di daerah," katanya.

Di hari ulang tahun ini, PGRI juga berharap agar pemerintah daerah bisa menghitung kebutuhan guru dengan cermat. Ketidakakuratan data, menurutnya, bisa berdampak buruk pada penyelesaian persoalan pemerataan distribusi guru. Dia lantas mencontohkan wilayah Jawa Tengah dimana banyak kepala daerah dinilai tidak cermat dalam menghitung kebutuhan.

"Jumlah guru di Indonesia memadai, tetapi wilayah terpencil masih saja kekurangan," keluhnya. (dim/ttg)